Wirausaha Melakukan Perencanaan & Perekrutan Tenaga Kerja

Proposal Bisnis

Pengertian proposal adalah suatu dokumen tertulis yang memberikan suatu deskripsi tentang pekerjaan beserta aspek-aspeknya yang diajukan untuk mendapatkan penilaian dan persetujuan. Kerangka inti Proposal bisnis :

1. Pendahuluan

Yang terdapat dalam pendahuluan yang harus ada dalam penyusunan sebuah proposal yang layak perlu mencakup:

·        Latar belakang didirikannya perusahaan yang bersangkutan, latar belakang dikembangkannya usaha terkait, pengusaha dan kredibilitasnya, bidang usaha dan jenis produk, manajemen bisnis secara global.

·        Cara penyusunannya: mengkaitkan pendirian perusahaan dengan kebutuhan masyarakat, mengkaitkan pengembangan usaha dengan peningkatan konsumen, mengemukakan track-record positif (proresionalitas) pengusaha terkait, mengemukakan keunggulan produk dan inovasi manfaat produk, mengemukakan pengalaman manajerial yang telah dimiliki.

2.      Aspek dan Pemasaran

Yang harus ada dalam pembuatan aspek dan pemasaran : Pangsa pasar yang ada, pangsa pasar yang telah dipenuhi oleh pesaing, pangsa pasar yang jadi peluang dan dapat dipenuhi oleh kapasitas produksi yang akan didirikan atau dikembangkan, produk dengan harga standar kualitas tinggi sehingga marketable dan profitable, promosi yang efektif dan distrbusi yang efisien, keguatan pemasaran yang prosfektif. Cara menyusun aspek pasar  dan pemasaran :

·        Mapping (pemetaan) = mencari peluang bisnis.

Menggunakan kaidah pertanyaan 5 W + H berdasarkan pendahuluan, mengidentifikasi modal yang dimiliki, meneliti produk-produk yang marketable dan profitable.

·        Segmentasi pasar.

Jenis konsumen, aspek demografi, kondisi sosial ekonomi (calon) konsumen.

·        Survey Penjualan.

Mengukur pangsa pasar atau menghitung jumlah calon konsumen, mengambil sample dari jumlah konsumen tersebut, membuat produk terbatas sejumlah produk, melakukan uji pasar, menganalisis check-lish hasil uji pasar, menghitung hasil pasar.

·        Menetapkan dan Pelaksanaan strategi harga.

·        Menentukan sistem promosi dan distribusi.

·        Mengemukakan rencana pengembangan produk.

3.      Aspek teknik dan teknologis

Isi dari penyusunan aspek teknis dan teknologis tentunya berkaitan dengan mekanisme produksi yang antara lain meliputi: membuat rencana jangka pendek, menengah atau panjang, meneliti dan menentukan sistem produksi, bahan-bahan dan peralatan yang akan digunakan sesuai dengan dana yang tersedia, mementukan tenaga kerja yang dibutuhkan, persyaratan minimumnya, jumlah dan keahliannya, serta kemungkinan latihan-latihan yang akan diberikan, perencanaan gedung/bangunan dengan tata ruang dan tata letak mesin perlatan serta perabotan, meneliti dan menentukan lokasi yang paling menguntungkan untuk mendirikan perusahaan, memilih sistem dan alat transportasi, menyusun perkiraan dana yang dibutuhkan, mengemukakan gambaran umum mengenai produk mulai dari nama produk, bentuk, ukuran, dsb, melakukan derivasi produk dan menentukan hasilnya.

4.      Aspek Organisasi dan manajemen

Setelah dipelajari 2 aspek sebelumnya, tentu saja memerlukan follow- up guna menjawab semua persoalan yang diperoleh pada aspek 1 dan 2, maka perlu pula diasosiasikan pengelola dan pengelolaan. Inilah yang dimaksud dengan manajemen operasional.

 

Langkah- langkah untuk membuat proposal bisnis yang efektif:

1.      Kumpulkan nasihat dan saran.

Proposal bisnis tidah hanya pekerjaan mengumpulkan kata- kata tetapi lebih pada ide cemerlang yang dikumpulkan dan disusun untuk membuat bisnis yang baik. Ini adalah salah satu cara untuk menempatkan maksud tanda agar dapat dimengerti orang lain dan meyakinkan calon investor.

2.      Berikan penjelasan mengenai keuntungan dan peluang bisnis.

Dalam suatu urusan bisnis yang terpenting adalah keuntungan. Tidak hanya menjadi bagian pemilik usaha tetapi juga lingkungan sekitarnya. Berikan penekanan bahwa bisnis anda menguntungkan bagi semua audiens proposal tersebut.

3.      Memberikan ide- ide utama.

Dalam memulai bisnis sangat penting bagi anda untuk menggaris bawahi gagasan utama sehingga mereka dapat memahaminya dengan jelas. Penyampaian singkat dan langsung pada tujuan utama akan lebih mudah dimengerti.

4.      Menekankan perbedaan anda dengan bisnis lainnya.

Sangat penting dalam proposal bisnis, menjelaskan bahwa usaha yang kita jalankan, memiliki nilai lebih dari pesaing yang ada.

5.      Menjaga kejujuran dan rasionalitas.

Tidak ada proposal bisnis efektif dibandingkan dengan isi yang jujur dan rasional. Jangan menulis gagasan yang praktis dan sulit dicapai.

 

Produk dari perencanaan adalah rencana atau rencana – rencana. Rencana sangat bermanfaat bagi perusahaan. Terdapat 6 fungsi utama rencana atau perencanaan manajemen suatu perusahaan.

1.      Penerjemah kebijakan umum

Kebijakan umum perusahaan memerlukan suatu tahap penterjemahan agar menjadi lebih konkret, jelas, komprehensif, dan bertahap.

2.      Perkiraan yang bersifat ramalan

Perencanaa berhubungan dengan masa depan bukan ke masa lalu. Masa depan harus ramalkan dengan analisis ilmiah serta didasarkan fakta dan data masa lalu hingga sekarang.

3.      Berfungsi ekonomi

Karena sumber daya yang terbatas, penggunaan sumber daya pelu diperhitungkan secara matang agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

4.      Memastikan suatu kegiatan

Agar pencapaian tujuan dapat dilaksanakan dengan baik perlu disusun rencana yang mengatur kewajiban dan hal, tugas dan wewenang mereka.

5.      Alat koordinasi

Membuat koordinasi dalam kegiatan fungsi manajemen dalam mencapai tujuan perusahaan dengan rencana kerja. Dengan alat ini setiap orang mengetahui tugas, tanggung jawab, bagaimana kaitan pekerjaannya, kapan dan bagaimana suatu pekerjaan dilakukan.

6.      Sarana pengawasan

Untuk diketahui oleh manager apakah suatu kegiatan telah berjalan pada rulenya, mengukur apakah realisasi telah sesuai atau belum. Pengawasan dan pengendalian disesuaikan dengan rencana yang telah dibuat.

 

2.2 Studi Kelayakan Bisnis

Studi kelayakan bisnis didesain untuk menyediakan gambaran ringkas tentang persoalan pokok yang berhubungan dengan gagasan bisnis. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasikan apakah suatu gagasan bisnis dapat dikatakan layak atau tidak masuk dalam marketplace. Dengan kata lain, studi kelayakan bisnis menentukan bagaimana menuangkan gagasan bisnis ke dalam statement (pernyataan tertulis).

Analisis studi kelayakan bisnis menyediakan banyak informasi penting untuk membuat businnes plan (proposal bisnis). Sebagai contoh, analisis pasar dalam studi kelayakan merupakan data penting dalam menentukan proyeksi karena digunakan sebagai dasar untuk menentukan segmen pasar dan rencana bisnis.

Studi kelayakan bisnis mengindikasikan bahwa gagasan bisnis masih berupa pernyataan , dan langkah selanjutnya adalah membuat rencana bisnis. Rencana bisnis memerlukan analisis yang lebih mendalam dan komplek, serta dibangun berdasarkan fondasi yang telah dibuat pada studi kelayakan bisnis. Rencana bisnis memberikan kita kesempatan untuk menemukan kelemahan dan ancaman masalah yang berpotensi muncul di masa yang akan datang. Ada 2 tujuan dalam business plan yaitu menganalisis secara seksama bagaimana bisnis akan bekerja, serta mencatat aspek – aspek dalam bisnis (dokumen) guna mendapatkan loan (pinjaman).

Proses- proses studi kelayakan bisnis adalah:

1.      Tahap Penemuan Ide atau Perumusan Gagasan

Dalam tahap ini wirausaha memiliki ide untuk merintis usaha barunya. Ide tersebut kemudian dirumuskan dan diidentifikasi dalam bentuk pemikiran dan kemungkinan- kemungkinan bisnis apa saja yang paling memberikan pluang untuk dilakukan dan menguntungkan dalam jangka waktu yang panjang.

2.      Tahap Memformulasikan Tujuan

Tahap ini adalah tahap perumusan visi dan misi.

3.      Tahap Analisis

Tahap ini merupakan tahap penelitian, yaitu proses sistematis yang dilakukan untuk membuat suatu keputusan apakah bisnis tersebut layak dilaksanakan atau tidak. Adapun aspek-aspek yang diamati dan dicermati adalah:

·        Aspek hukum

·        Aspek pasar dan pemasaran

·        Aspek keuangan

·        Aspek ekonomi sosial

·        Aspek lingkungan

4.      Tahap Keputusan

Merupakan tahap akhir yang merupakan pembuatan keputusan untuk melaksanakan atau tidak suatu bisnis.

 

2.3 Visi dan Misi Perusahaan

Pengertian Visi

Visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan – tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang. Visi itu tidak dapat dituliskan secara lebih jelas menerangkan detail gambaran sistem yang ditujunya, dikarenakan perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa yang panjang tersebut. Beberapa persyaratan yang hendaknya dipenuhi oleh suatu pernyataan visi:

·        Berorientasi ke depan.

·        Tidak dibuat berdasarkan kondisi saat ini.

·        Mengekspresikan kreatifitas.

·        Berdasar pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat.

Pengertian Misi

Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan Visi. Misi perusahaan adalah tujuan dan alasan mengapa perusahaan itu ada. Misi juga akan memberikan arah sekaligus batasan proses pencapaian tujuan.

 

2.4 Pengembangan Rencana Perusahaan

Perencanaan perlu formulasi tujuan, arah masa depan perusahaan. Faktor- faktor yang perlu diperhatikan adalah:

·        Tujuan yang realistis (spesifik, diukur, dan diatur)

·        Komitmen (keluarga, partner dan karyawan)

·        Titik awal (perkembangan dapat dievaluasi secara berkala)

·        Fleksibilitas (kendala dapat diantisipasi dan strategi alternatife diformulasikan)

Beberapa pendekatan dalam proses pembuatan suatu rencana perusahan dapat dikategorikan ke dalam beberapa alternatif:

1.      Pendekatan atas bawah (Top Down)

Pendekatan ini dilakukan oleh pimpinan perusahaan (organisasi). Untuk organisasi di bawahnya hanya melaksanakan apa saja yang yang telah direncanakan. Untuk perusahaan yang menganut penyebaran kewenangan (desentralisasi), pimpinan puncak memberikan pengarahan dan petunjuk kepada pimpinan cabang atau sejenisnya agar menyusun rencana yang nantinya akan ditinjau dan dikoreksi oleh pimpinan puncak sebelum disetujui dan direalisasikan.

2.      Pendekatan bawah atas (Down Top)

Pendekatan inin dilakukan pimpinan puncak dengan memberikan gambaran situasi dan kondisi mengenai misi, tujuan, sasaran dan sumber daya yang dimiliki organisasi untuk kemudian memberikan kewenangan kepada manajemen tingkat bawah untuk menyusun rencana.

3.      Pendekatan campuran

Melalui pendekatan ini pimpinan memberikan petunjuk perencanaan organisasi secara garis besar, sedangkan rencana detailnya diserahkan kepada kreativitas unit perusahaan dengan tetap mematuhi peraturan yang ada.

 

 

4.      Pendekatan kelompok

Melalui pendekatan ini, perencanaan perusahan dibuat oleh tenaga ahli perusahaan. Biasanya dibentuk suatu biro khusus yang melakukannya.

Perangkap yang tersamar dalam perencanaan adalah:

1.      Tidak punya tujuan realistis.

·        Tujuan yang akan dicapai lemah

·        Alokasi waktu tidak cukup

·        Prioritas pekerjaan kurang detail

·        Langkah mengambil tindakan kurang

2.      Kegagalan Mengantisipasi kendala yang timbul dalam promo.

·        Kurang antisipasi problem yang akan datang

·        Lemah nya perencanaan

·        Tidak ada perencanaan alternative

3.      Tidak adanya komitmen / dedikasi

·        Mengulur waktu

·        Tidak menepati janji

·        Tidak berhasrat menginvestasikan uang pribadi

·        Bersifat boros

4.      Kurang menunjukan pengalaman

·        Tidak punya pengalaman bisnis

·        Tidak punya pengalaman usaha tertentu

·        Tidak paham industri perusahaan

 

Manfaat rencana perusahaan ada dua yaitu :

A.     Manfaat Internal (bagi Entrepreneur)

·        Memandang usahanya kritis dan obyektif terkait; waktu, usaha, riset dan disiplin.

·        Cermat dalam berasumsi tajam dalam analisa persaingan, ekonomi dan finansial

·        Dapat mengukur perbandingan prediksi dengan hasil nyata, (terkait tujuan dan sasaran)

·        Sebagai alat komunikasi antar entrepreneur dan sarana operasional untuk pedoman

B.      Manfaat Eksternal (Sumber dana)

·        Rincian informasi tentang potensi pasar dan segmentasi pasar

·        Laporan keuangan yang prospektif, merupakan jaminan kemampuan bayar hutang

·        Identifikasi resiko yang serius, memperkecil kegagalan

·        Informasi evaluasi secara menyeluruh

·        Pedoman penilaian kemampuan individu dan manajerial entrepreneur

 

2.5 Business Plan

Istilah “business plan” atau perencanaan bisnis mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga anda. Namun, tidak semua orang memahami makna sebuah bisnis plan. Dan seberapa pentingkah sebuah bisnis plan dalam membangun sebuah usaha? Perencanaan bisnis yang anda buat harus sesuai dengan tujuan bisnis yang hendak anda capai. Jangan hanya meniru sebuah bisnis plan yang sudah ada ataupun mengkopi mentah- mentah bisnis plan dari sebuah usaha yang sejenis karena belum tentu sesuai dengan “keadaan usaha” yang hendak anda jelaskan.

1.      Pengertian Business plan

Sebuah rencana bisnis adalah setiap rencana yang bekerja untuk sebuah bisnis sebagai panduan melihat ke depan, mengalokasikan sumber daya, fokus pada poin-poin penting, dan mempersiapkan bisnis anda untuk menghadapi suatu masalah ataupun memanfaatkan secara optimal sebuah peluang.

Sayangnya, banyak orang berpikir bahwa sebuah Bussiness plan hanya diperlukan untuk memulai bisnis baru atau sebagai salah satu syarat untuk mengajukan pinjaman bisnis. Perencanaan bisnis ini juga diperlukan untuk menjalankan bisnis, termasuk pada saat anda hendak mengembangkan bisnis anda yaitu kebutuhan pinjaman baru atau investasi baru. Sebuah usaha yang baru memerlukan perencanaan yang matang untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan usaha yang anda bangun, sesuai prioritas yang telah kita susun.

 

2.      Rencana awal sebagai pemulaaan bisnis

Sebuah rencana awal secara sederhana meliputi pengungkapan, pernyataan misi, kunci sukses, analisis pasar, dan analisis impas. Uraian seperti ini baik, untuk mengetahui apakah sebuah usaha memungkinkan atau tidak untuk dijalankan, tetapi perencanaan awal seperti ini tidaklah cukup untuk menjalankan bisnis lebih lanjut lagi.

3.      Standart untuk suatu perencanaan bisnis

Sebuah rencana bisnis secara umum (berdasarkan uraian para ahli bisnis) memiliki dasar yang sama, tetapi bisa disusun dalam format yang berbeda dan penguraiannyapun bervariasi. Namun demikian pada umumnya perencanaan bisnis ini mencakup komponen seperti deskripsi dari produk, perusahaan atau jasa, pasar, perkiraan, tim manajemen, dan analisis keuangan.

4.      Hal utama dalam menyusun business plan

Hal yang paling utama daIam setiap menyusun business plan/ perencanaan bisnis tergantung pada tiap jenis usaha yang dijalankan, namun secara umum hal penting tersebut terdiri atas cash flow/ analisis arus kas dan penerapan bisnis plan secara spesifik.

Dalam penerapan suatu bisnis, cash flow sangatlah penting. Cash flow sering disalah artikan sebagai keuntungan semata, padahal kedua hal tersebut memiliki pengertian yang berbeda. Keuntungan tidak selalu berbentuk uang tunai di bank. Banyak perusahaan yang bangkrut karena masalah Cash flow tersebut.

Penerapan bisnis plan yang sudah disusun memungkinkan kita mencapai goal yang kita tuju dalam usaha. Strategi brilian dan rincian perencanaan bisnis hanya akan menjadi sebuah teori saja kecuali anda menerapkannya dan betanggung jawab atas perencanaan yang telah disusun dalam bisnis anda. Dengan perencanaan bisnis dan penerapan yang baik akan memberikan hasil dan meningkatkan bisnis anda.

Secara umum berikut komponen utama dalam menyusun sebuah business plan, untuk urutan prioritasnya bergantung pada usaha yang hendak anda jalankan :

1.      Executive Summary / Ringkasan : Tulis ini pada bagian akhir. Cukup satu atau dua halaman saja.

2.      Deskripsi Perusahaan: Legal dokumen pendirian, sejarah, perencanaan pada awal pendirian.

3.      Produk atau Layanan: Jelaskan apa yang Anda jual. Fokus pada manfaat pelanggan.

4.      Analisis Pasar: Anda harus mengetahui pasar Anda, kebutuhan pelanggan, di mana mereka, bagaimana untuk menjangkau mereka, dll

5.      Strategi dan Implementasi: Jadilah spesifik. Sertakan manajemen untuk bertanggungjawab atas waktu pelaksanaan dan anggaran.

6.      Tim Manajemen: Sertakan latar belakang anggota tim kunci, strategi personil, dan rincian.

7.      Rencana Keuangan: Sertakan laba rugi, arus kas, neraca, impas analisis, asumsi, rasio bisnis.

Tabel Perbedaan Studi Kelayakan dan Business Plan

Faktor

Studi Kelayakan Bisnis

Business Plan

Jenis Data

Data Estimasi

Berdasarkan data empiris perusahaan

Sumber Data

Data Eksternal

Data internal

Penyusun/ Analisis

Pihak eksternal (konsultan/ pakar)

Pihak intern (manajemen) perusahaan (direksi perusahaan)

Tujuan

Menilai kelayakan gagasan bisnis

Merencanakan kegiatan bisnis untuk masa yang akan datang

User (Pengguna)

Investor, bank, pemerintah, LSM

Manajemen, kreditor

Waktu Pembuatan

Bisa lebih dari 1 tahun

Kurang dari 1 tahun

Biaya

Relatif besar

Relatif lebih kecil dari studi kelayakan bisnis

 

BAB 3

METODE PENELITIAN

3.1 Lokasi dan waktu

Lokasi yang dipilih adalah sebuah usaha Warnet “Epin Apin NET” yang beralamat di jalan Mohamad Toha no 28 Bandung pada jam kerja pukul 09.00 sampai dengan pukul 20.00. Lamanya penelitian selama 2 hari

 

3.2 Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data yang digunakan di dalam penelitian ini dengan

menggunakan metode wawancara. Metode wawancara yaitu metode pengumpulan data secara langsung terhadap pemilik usaha penelitian tersebut.

3.3 Data yang diperlukan

Data yang diperlukan dalam jurnal ilmiah ini adalah data primer dan data sekunder. Data Primer diperoleh langsung dari sumber aslinya yang dilakukan dalam wawancara dari pemilik usaha tersebut . Data Sekunder diperoleh peneliti secara tidak langsung yaitu melalui data dari usaha warnet tersebut.

 

3.4 Teknik pengolahan dan analisis data

Teknik yang dilakukan dalam mengolah data ini adalah untuk mengetahui apakah usaha warnet tersebut sudah memiliki perencanaan bisnis yang baik atau yang belum baik dalam menjalankan kelangsungan usaha bisnisnya

BAB 4

HASIL PENELITIAN

4.1. Profil Usaha

1. Nama Perusahaan Epin Apin NET

 

2. Bidang Usaha Warung Internet

 

3. Jenis Produk / Jasa Jasa Akses Internet

 

4. Alamat Perusahaan Jl. Mohamad Toha no 28 Bandung

 

5. Nomor Telepon 022 26730306

 

6. Nomor Fax 022 7495566

 

7. Alamat E-mail EpinApin_warnet@gmail.com

 

8. Situs Web http://www.EpinApin.com

4.2  Biodata Pemilik

1. Nama Intan

 

2. Jabatan Bisnis Owner

 

3. Tempat dan Tanggal Lahir Bandung, 01 Oktober 1987

 

4. Alamat Rumah Jl. Mohamad Toha no 28 Bandung

 

5. Nomor Telepon 08561122334

 

6. Nomor Fax 022 7492233

 

7. Alamat E-mail intanthabrani@gmail.com

 

8. Pendidikan Terakhir S1 information technology

 

4.3 Konsep Usaha

Meskipun teknologi berkembang dengan cepat, pemenuhan akan akses Internet yang murah dan cepat saat ini hanya bisa diberikan oleh warnet. Beberapa teknologi akses Internet yang sekarang diberitakan berbiaya murah pun, jika diperhatikan, ternyata tetap mahal. Harga perangkat komputer,baik perangkat keras maupun lunak, masih tidak terjangkau oleh sebagian besar masyarakat kita sehingga kebutuhan akan warnet akan selalu ada.

Semakin maraknya penggunaan Internet membuat para pebisnis atau investor melirik peluang ini sebagai usaha yang menjanjikan. Tak hanya konsultan atau pebisnis spesialis, pengusaha tanggung yang hanya memiliki modal pas-pasan pun dapat membangun bisnis ini dengan segenap usaha penekanan terhadap biaya.

Seperti yang kita ketahui bahwa investasi awal pada proyek yang berhubungan dengan IT (Information Technology) adalah investasi yang sangat besar. Investasi awal yang ditanam pada pembangunan warnet ini meliputi pembuatan jaringan serta instalasi perangkat keras dan perangkat lunak. Tidak ketinggalan izin usaha yang merupakan poin penting

 

Setelah melakukan penelitian terhadap usaha tersebut ternyata usaha warnet itu masih belun mempunyai perencanaan bisnis yang baik.

Hal ini dapat disebabkan oleh:

1.      Usaha warnetnya yang tidak begitu besar sehingga warnet “Epin Apin NET tidak menggunakan sistem perencanaan yang baik

2.      Kurangnya sistem manejemen dalam usaha warnet terebut

 

Dari hasil penelitian diatas pun kita dapat mengamsumsikan bahwa di dalam menjalankan usaha harus memiliki perencanaan bisnis yang baik dan jangan sampai ada kesalahan dalam membuat perencanaan bisnis sperti berikut :

1.      Menunda Pembuatan Rencana Bisnis.

2.      Hal-hal Non Formil dalam Arus Kas.

3.      Ketakutan dan Kengerian.

4.      Penentuan Tujuan yang tidak jelas

5.      Tidak fokus.

6.      Prioritas yang Lemah.

7.      Membuat Proyeksi yang kurang tepat

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s